Anggaran Kemendikbud RI Turun, Mendikbud RI Jamin Tunjangan Guru Tak Dipotong

Home / Pendidikan / Anggaran Kemendikbud RI Turun, Mendikbud RI Jamin Tunjangan Guru Tak Dipotong
Anggaran Kemendikbud RI Turun, Mendikbud RI Jamin Tunjangan Guru Tak Dipotong Ilustrasi guru. (dok/TI)

TIMESKALTENG, JAKARTA – Anggaran Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI (Kemendikbud RI) boleh turun Rp 4,984 triliun, namun Mendikbud RI, Nadiem Makarim memastikan tunjangan guru tidak dipotong.

Selain tunjangan guru, yang tidak dipotong juga Kartu Indonesia Pintar, bantuan kepada perguruan tinggi swasta, serta penyediaan sarana teknologi informasi dan komunikasi (TIK) pendidikan.

"Karena ini berhubungan dengan kesejahteraan para murid dan mahasiswa, serta kemampuan mereka untuk terus bersekolah, terus kuliah selama krisis Covid-19 ini," ujar Mendikbud RI.

"Dalam kondisi krisis ini, tunjangan profesi guru juga masuk kategori yang sama, tidak ada perubahan anggaran, pemotongan anggaran. Dan bantuan kepada perguruan tinggi swasta tidak ada pemotongan," tegasnya lagi.

Dalam rapat kerja dengan Mendikbud RI, Kamis (21/5/2020), Wakil Ketua Komisi X DPR RI Agustina Wilujeng Pramestuti mengatakan bahwa pembahasan detail pemotongan anggaran Kemendikbud RI Tahun 2020 telah dilakukan Anggota Komisi X dengan setiap unit utama.

Pembahasan dilakukan melalui Rapat Dengar Pendapat yang berlangsung pada 19 dan 20 Mei 2020 dan menyetujui rencana yang diajukan. Agustina menyampaikan bahwa Komisi X meminta Kemendikbud RI menyiapkan skema antisipasi terhadap seluruh program dan kegiatan sebagai konsekuensi realokasi dan pemotongan anggaran pada semua Eselon I.

Anggaran Kemendikbud RI sendiri turun Rp 4,984 triliun, dari semula Rp 75,70 triliun menjadi Rp 70,72 triliun sebagai dampak kebijakan pemerintah dalam realokasi dan refocusing APBN Tahun 2020 untuk mendukung penanganan bencana non-alam Covid-19.

Meski demikian Mendikbud RI, Nadiem Makarim memastikan bahwa tunjangan guru tidak dipotong. Penurunan anggaran Kemendikbud RI juga dipastikan tidak mempengaruhi KIP, bantuan kepada perguruan tinggi swasta, serta penyediaan sarana TIK pendidikan. (*)

Baca Berita Peristiwa dan Politik terbaru di Indonesia dan luar negeri lainnya hanya di TIMES Indonesia.

Berita Lainnya

Komentar

Top
satriamedia.com