Kemenparekraf Apresiasi Seniman Pertunjukan yang Terus Berkarya Saat Pandemi

Home / Berita / Kemenparekraf Apresiasi Seniman Pertunjukan yang Terus Berkarya Saat Pandemi
Kemenparekraf Apresiasi Seniman Pertunjukan yang Terus Berkarya Saat Pandemi Penampilan kelompok musik dalam webinar “ngObrolin PERforming Art (Opera): Realita Pementasan Seni Pertunjukan Dalam Masa Adaptasi Kebiasaan Baru”, yang digelar Kemenparekraf RI. (fotFOTO: Kemenparekraf RI)

TIMESKALTENG, JAKARTAKemenparekraf RI (Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif) mengapresiasi seniman pertunjukan yang terus mengasah kreativitas dan berkarya tanpa henti di masa pandemi Covid-19.

Dalam webinar “ngObrolin PERforming Art (Opera): Realita Pementasan Seni Pertunjukan Dalam Masa Adaptasi Kebiasaan Baru”, Kamis (30/7/2020), Plt Deputi Deputi Bidang Sumber Daya dan Kelembagaan Kemenparekraf/Baparekraf, Frans Teguh, mengapresiasi kreativitas para pelaku ekonomi kreatif, terutama seniman pertunjukan. 

Menurutnya, kreativitas seorang seniman tak dapat dibatasi oleh apapun, termasuk pandemi Covid-19 yang tengah melanda dunia.

“Saya yakin kreativitas tanpa batas, inovasi-inovasi brilian selalu menjadi kekuatan bangsa kita dan memastikan kembali kita selalu produktif, saya kira ini kekuatan kita bersama,” kata Frans.

Frans mengatakan Kemenparekraf/Baparekraf selalu berupaya mendorong dan memfasilitasi seniman pertunjukan untuk terus mengasah kreativitas dan berkreasi dalam menciptakan karya seni.

“Kemenparekraf bersama-sama seluruh stakeholder memberikan ruang dalam rangka menyongsong kegiatan-kegiatan di era normal baru. Kerja kreatif bisa dilakukan dengan cara virtual tentu ini jadi modal bisnis yang menjadi tantangan namun juga kesempatan,” katanya.

Salah satu seniman yang melakukan pertunjukan secara virtual adalah Suryandoro. Pendiri Yayasan Swargaloka yang aktif mementaskan berbagai lakon wayang orang ini menuturkan selama masa pandemi COVID-19, ia dan anggota yayasannya kerap berpentas dengan memanfaatkan media sosial seperti YouTube.

“Saat mengalami pandemi ini kami menjalin komunikasi, dalam berkarya dan untuk mempererat silaturahmi kami membuat sebuah karya. Kami memanfaatkan media sosial terutama YouTube sebagai sumber pendapatan baru,” tutur Suryandoro.

Hal ini disambut baik oleh komposer musik film senior, Embie C. Noer. Embie mengungkapkan, kreativitas seorang seniman seharusnya tidak dibatasi oleh pandemi Covid-19.

Selain itu, Embie mengungkapkan, seniman dapat memanfaatkan platform digital semaksimal mungkin untuk terus berkarya dan mengasah kreativitasnya.

“Kita seniman memiliki kreativitas, jangan pernah menyerah, tetap kreatif. Di masa sekarang teknologi semakin canggih membuka peluang bagi kita membuat kreasi tanpa batas,” ucap Embie.

Sementara itu, seniman kawakan sekaligus produser seni pertunjukan, Sari Madjid, mengusulkan agar Kemenparekraf/Baparekraf untuk memberikan satu contoh pertunjukan seni yang mengimplementasikan protokol kesehatan berbasis CHSE (Cleanliness, Health, Safety, and Environmental Sustainability). “Seni pertunjukan sekarang lebih banyak daring tapi harusnya ada orang yang nonton secara luring juga, tapi karena pembatasan sosial jadi penonton dibatasi. Saya berharap Kemenparekraf memberikan panggung bagi seniman,” ujar Sari.

Menanggapi hal tersebut, Kepala Subdirektorat Edukasi III Kemenparekraf RI, Toar R.E Mangaribi mengatakan pihaknya akan menampung saran-saran yang diberikan para seniman pertunjukan. “Kami akan segera mencari solusinya, semoga kita bisa terus berkarya dan bersama-sama mengembangkan industri kreatif di masa depan,” tutur Toar. (*)

Baca Berita Peristiwa dan Politik terbaru di Indonesia dan luar negeri lainnya hanya di TIMES Indonesia.

Berita Lainnya

Komentar

Top
satriamedia.com